Konsep Rezeki Orang Bertaqwa

Konsep Rezeki Orang Bertaqwa

Ini adalah alur konsep rezeki secara utuh. Saya coba sarikan dari ceramah ustadz Adi Hidayat.

Mari kita buka dan baca QS. Adh-Dariyat ayat 22

“Dan dilangit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.”

Rezeki itu di langit dan telah ditetapkan oleh Allah. Dan dijanjikan akan diberikan oleh Allah. Artinya tidak ada satupun manusia yang hidup yang tidak ada rezekinya.

Rezeki ada di langit sementara manusia ada di bumi. Lantas bagaimanakah manusia mendapatkan rezekinya?

 

Mari kita buka dan baca QS. Al-Baqarah ayat 29

“Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu……”

Allah lah yang menjadikan rezeki yang di langit itu turun ke bumi, diciptakan segala hal yang ada di bumi itu untuk manusia.

Namun bumi itu luas. Anda tinggal di Solo misalnya, bisa jadi rezeki anda di daerah lain. Lantas bagaimanakah cara anda mendapatkan rezeki tersebut?

 

Mari kita buka dan baca QS. Al-Baqarah ayat 168

“Wahai manusia! Makanlah (Bekerjalah) dari yang halal dan baik dari sebagian yang terdapat di bumi…”

Hai manusia ayo bekerja, silahkan pilih sebagian yang ada di bumi, tidak perlu semua dikuasai. Jangan serakah. Manfaatkan ilmu dan keahlian yang anda miliki untuk bekerja. Fokus pada kelebihan yang dimiliki dan terus dikembangkan. Dan bekerjalah dengan cara yang legal yakni halal dan thoyyib.

Ini rumus umum berlaku untuk seluruh manusia.  Maka syarat pertama jika anda menginginkan rezeki adalah harus bekerja, tidak ditunggu. Jika anda kekurangan rezeki, bukan Allah tidak memberi tapi karena anda tidak ikhtiar. Jadi jika ada orang kafir kok kaya, anda tidak boleh berkeluh kesah. Bisa jadi mereka bekerja lebih getol dari anda.

Yang menarik adalah ketika anda kerja, mereka juga bekerja. Anda beriman, sedangkan mereka tidak. Apakah ada kekhususan untuk yang beriman?

 

Mari kita buka dan baca QS. Al-Baqarah ayat 172

“Wahai orang – orang yang beriman! Makanlah (bekerjalah) dari yang banyak kebaikannya yang telah kami siapkan untukmu….”

Hai orang-orang yang menyatakan dirinya beriman. Ini berlaku bagi muslim saja. Pada ayat 168 dijelaskan dalam berkerja harus yang halal dan thoyyib. Sedangkan pada ayat ini, yang pertama, kata halalnya tidak ada, karena orang beriman itu, imannya otomatis membimbing kepada perkara yang halal. Jadi mustahil orang beriman bekerja yang haram.

Cenderung pada yang halal ini otomatis menyebabkan yang kedua, kata thoyyibnya dijamakkan menjadi thoyyibaat. Thoyyib itu tunggal, satu, maknanya sedikit jika dibandingkan dengan kata jamak thoyyibaat yang artinya kebaikan yang banyak. Artinya jika ada orang tidak beriman bekerja, lantas mendapatkan harta yang banyak maka kelihatannya akan sedikit saja, selalu kurang. Sementara yang ada iman di dalam jiwanya, Allah sudah siapkan rezekinya. Ia-nya hanya bergerak sedikit, namun rezekinya datang dan memiliki kebaikan yang banyak, berkahnya banyak, meskipun mungkin jumlahnya sedikit.

 

Dan perlu dicamkan baik baik, bahwa Allah tidak pernah  menciptakan manusia miskin. Cek QS. An-Najm ayat 48 –  “dan dialah (Allah) yang menjadikan anda kaya dan cukup”. Yang menjadikan anda miskin adalah perasaan anda yang tidak pernah cukup. Tapi saking sayangnya Allah, saat anda merasa miskin pun Allah berikan zakat QS. At-Taubah ayat 60 supaya anda keluar dari kemiskinan, bukan supaya terus dalam kemiskinan.

 

Kemudian kesitimewaan ketiga di surat QS. Al-Baqarah ayat 172 bagi orang beriman adalah, ditambah kalimat ‘maa rozaqnaakum’ – artinya rezeki yang telah disiapkan. Efeknya rezeki ini tidak perlu terlalu capek dalam menjemputnya dengan bekerja.

 

Dan Ternyata ada yang lebih dahsyat lagi, mereka bisa mendapatkan rezeki dengan lebih cepat bahkan tanpa diminta rezeki tersebut datang sendiri. Mereka tetap berikhtiar secara normal bahkan sedikit, namun rezeki yang berlimpah datang dari arah dan dengan cara yang misterius.

 

Mari kita buka dan baca QS. Al-Baqarah ayat 172

“Dan sekiranya penduduk suatu negeri itu beriman dan meningkatkan ketakwaannya, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi……”

Kalaulah suatu penduduk negeri beriman kepada Allah dan meningkatkan Taqwanya, Allah akan buka semua pintu keberkahan di langit dan di bumi. Kalau semua pintu berkah dibuka oleh Allah. Maka anda hanya bergerak sedikit, bahkan tidak menjemputnya, rezeki bisa datang sendiri.

Masyaallah, inilah yang dijanjikan Allah kepada orang yang beriman dan bertakwa. Kemuliaan dan keberlimpahan. Dijadikan harta tunduk kepadanya, dengan nilai keberkahan yang banyak yang tentunya bernilai mulia bagi akhiratnya

 

Semoga kita semua dimudahkan menjalani hidup di dunia menjadi orang-orang beriman yang senantiasa meningkatkan level ketakwaannya. Inilah orientasi yang lurus, orientasi akhirat. Luruskan niat, minta kepada Allah agar urusan dunia dimudahkan semata agar usaha kita dalam mendekatkan diri kepada Allah menjadi mudah. Bukan sebaliknya, menjadikan ibadah hanya sebagai alat agar kita mendapatkan kejayaan dunia. Na’udubillahi min dzalik.

error: Content is protected !!
×

Assalaamualaikum!

Klik Admin di bawah ini jika ada yang ingin ditanyakan atau ingin request link akses.

× wa me!