Hukum Jual Beli

Hukum Jual Beli

Dalil disyariatkannya jual beli diantaranya sebagai berikut :

  1. “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah ayat 275)
  2. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” (QS. An-Nisaa’ ayat 29)
  3. Dari hakim bin Hizam radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahualaihi wa sallam beliau bersabda, “Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar ( memilih) selama mereka belum berpisah.” (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari IX: 328 no:2110, Muslim III: 1164 no.1532)

Dari dalil-dalil tersebut dapat disarikan bahwa :

  1. Dibolehkannya aktivitas jual beli.
  2. Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia saling membutuhkan peran orang lain dalam memenuhi kebutuhan dan keperluannya. Ada barang yang kita butuhkan tapi kita tidak memilikinya, orang lain yang memilikinya atau sebaliknya maka timbullah hubungan timbal balik. Kita mendapatkan barangnya, orang lain mendapatkan imbalan yang setimpal dan didasari suka sama suka. Bukan dengan cara yang bathil, dengan memeras, mencuri, merampok ataupun menipu.
  3. Dalam islam, penjual dan pembeli memiliki hak yang sama dalam negosiasi jual beli sebelum keduanya berpisah. Atau bisa juga diartikan sebelum barang diterima dan uang ditransfer. Tujuannya adalah agar mufakat. Kedua belah pihak sama sama legowo dengan kondisi yang disepakati.

Rasulullah juga mencontohkan agar selaku penjual tidak berlaku curang dalam jual beli dengan menyembunyikan cacat atau mengakali timbangan. Begitupun pembeli juka dilarang merangkai cerita fiktif seolah toko sebelah memberikan harga yang lebih murah agar mendapatkan potongan harga yang besar. Memang tidak ada standar yang saklek dalam menetapkan nilai tukar terhadap suatu barang, namun hati kita bisa merasakan mana yang baik dan mana yang mengganjal.

Sungguh dengan menjual, kita telah membantu orang lain memenuhi hajatnya. Pun saat kita membeli, kita sedang membantu mengantarkan rezeki orang lain. Maka aktivitas berpahala ini jangan sampai dinodai dengan praktik kecurangan yang dapat menghilangkan nilai keberkahannya.

Tidak perlu khawatir menunjukkan kelemahan produk, insyallah setiap produk ada jodohnya, pun jika harus dijual murah, semoga nilai tukar yang sedikit itu bernilai keberkahan yang berlimpah. Adapun pembeli tak perlulah terlalu kejam dalam menawar, karena rezeki anda yang sesunggahnya adalah apa yang anda belanjakan. Mengantarkan rezeki orang lain juga memiliki peran tersendiri. Selain membantu kehidupan orang lain, juga mendukung ekonomi ummat.

Mari selaku penjual dan pembeli sama sama mengejar keberkahan. Barang dan keuntungan perniagaan yang berkah akan memberikan manfaat yang besar pula bagi kehidupan dunia dan akhirat kita.

error: Content is protected !!
×

Assalaamualaikum!

Klik Admin di bawah ini jika ada yang ingin ditanyakan atau ingin request link akses.

× wa me!